Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir " (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: 'hadits hasan sahih') Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, مَا لِي وَلِلدُّنْيَا ؟
Berikut khutbah jumat “Pertanggungjawaban di Akhirat” yang disampaikan Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah Hafidzahullahu Ta’ala. Khutbah Pertama Pertanggungjawaban di AkhiratKhutbah Kedua Pertanggungjawaban di AkhiratVideo Khutbah Jumat Tentang Pertanggungjawaban di Akhirat “Wahai orang-orang yang beriman,” menurut ana semua yang hadir di tempat ini beriman. Berarti kita dipanggil, jama’ah. Berulang kali Allah memanggil kita di dalam Al-Qur’anul Karim, tapi kita tidak mendengarkan, kita sibuk dengan aktivitas kita. Allah mengatakan اتَّقُوا اللَّـهَ حَقَّ تُقَاتِهِ “Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa.” Sebagian berkata “kalau takwa kita sering mendengarnya”. Padahal itu bukan hanya ucapan yang didengar, tapi takwa adalah mengingat Allah selalu dan tidak melupakanNya. Takwa adalah bersyukur kepada Allah dan tidak kufur. Takwa adalah melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ “Jangan mati kalian kecuali dalam kondisi Islam.” Ahibbati Fillah.. Kalau kita melihat peristiwa demi peristiwa yang kita hadapi di rumah kita, di diri kita pribadi, di kampung kita, di negeri kita, ada banyak musibah. Dan ternyata musibah itu seakan-akan tidak pernah berhenti menimpa kita. Kenapa? Yaitu karena memang kita sedang berada di negeri bala’, kita sedang hidup di dunia yang kata Allah Azza wa Jalla وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ “Kami benar-benar akan menguji kalian dengan rasa takut, rasa lapar” وَنَقْصٍ… “Ada kekurangan harta, keurangan buah-buahan, kurangan kerabat.” Iya, itu ujian dari Allah Azza wa Jalla. وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ “Berikan kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar.” QS. Al-Baqarah[2] 155 Ahibbati Fillah.. Di antara musibah-musibah yang menimpa kita, yang menimpa saudara kita, ada sebagian kehilangan motornya, ada sebagian yang terbakar rumahnya, ada sebagian terjadi gempa di negerinya. Menurut kita sebagian musibah itu besar. Kasihan fulan, bapaknya mati, ibunya mati, rumahnya habis. Iya, kita kasihan sama fulan. Satu kampung hilang dari Indonesia. Tapi ada sebuah musibah yang lebih besar daripada kita kehilangan rumah dan isi rumah kita. Ada sebuah musibah yang lebih dahsyat daripada gempa bumi, daripada tsunami, apa itu? Yaitu musibah agama kita. Sebagian orang kehilangan shalat subuh, sebagian orang melakukan kemaksiatan, sebagian orang melakukan kesyirikan, tapi dia tidak merasa itu musibah. Ahibbati Fillah.. Berapa sih harga rumah kita? Berapa sih harga kompleks ini? 10 triliun? Tidak sampai! 1 triliun? Kemahalan. Berapa kira-kira? Kita tau dua rakaat sebelum subuh رَكعَتَا الْفجْر خير من الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا “Dua rakaat sebelum subuh itu lebih baik dari negeri ini.” Kita sering kehilangan dua rakaat sebelum subuh tapi kita tidak merasa kehilangan apa-apa. Kalau cluster ini ditelan oleh bumi, akan jadi cerita di dalam koran, akan di-publish di mana-mana bahwa ada sebuah cluster yang hilang ditelan bumi. Tapi masyarakat-masyarakatnya tidak shalat, tidak ada yang cerita. Ahibbati Fillah.. Musibah dalam agama itu musibah dunia dan akhirat. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berdoa mengatakan وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا “Ya Allah, jangan jadikan musibah kami dalam agama kami, Ya Allah.” Antum tahu sebagian orang ketika datang ke Masjid, dia lihat sudah bubar shalat berjamaah di Masjid. Itu tangga-tetangganya takziah bela sungkawa ke rumahnya. Sampai sebagian dari Salafush Shalih mengatakan “Aku ketika anakku meninggal dunia 1000 orang datang untuk bela sungkawa. Aku kehilangan shalat berjamaah di Masjid tidak ada yang peduli sama aku.” Kenapa jama’ah? Yaitu karena kita memandang dunia ini segala-galanya. Wallahi dunia ini tidak lebih dari satu sayap nyamuk. Kata Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّه جَنَاحَ بَعُوضَةٍ “Andaikata dunia ini ada nilainya seperti salah satu sayap nyamuk itu,” مَا سَقَى كَافِرًا مِنْها شَرْبَةَ مَاءٍ “Orang kafir tidak akan dikasih seteguk air.” Antum pandang dunia, Antum pandang mobil-mobil yang mewah, Antum pandang gedung-gedung yang tinggi? Antum lihat semua itu dan Antum pegang satu nyamuk. Antum lihat, ternyata nilai semua itu tidak lebih dari satu sayap nyamuk. Tapi kita berjuang dari pagi sampai sore, malam hari kita bekerja lembur, tapi untuk akhirat kita jama’ah? Hari ini mungkin ada yang tidak membaca Al-Qur’anul Karim, belum selesai membaca Al-Kahfi, tapi buat dia juga itu bukan musibah. Coba dia telat datang ke kantornya. Mungkin dia akan menyesal. Ahibbati Fillah.. Allah mengatakan بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ﴿١٦﴾ “Kalian lebih mementingkan kehidupan dunia.” وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ ﴿١٧﴾ “Akhirat itu lebih baik, lebih abadi.” Semua yang kita lihat akan kita tinggalkan, jama’ah. Khutbah Kedua Pertanggungjawaban di Akhirat Jama’ah Rahimakumullah, Mungkinkah orang seperti kita masuk surga? Para sahabat Nabi ketika mereka sampai ke Kota Madinah, setelah hidup 13 tahun penuh perjuangan dan pengorbanan, rumah mereka mereka tinggalkan, keluarga mereka mereka tinggalkan di Kota Mekah. Mereka datang ke Kota Madinah untuk hijriah. Ternyata Allah masih menegur mereka di surah Al-Baqarah ayat 214, Allah mengatakan أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ “Apakah kalian mengira kalian bisa masuk surga?” Itu sahabat Nabi yang sebagian terbunuh mempertahankan agamanya. Allah katakan أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ “Kalian mengira kalian bisa masuk surga?” وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلِكُم ۖ مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّـهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّـهِ قَرِيبٌ ﴿٢١٤﴾ Kalian mengira kalian bisa masuk surga? Kita ini santai hidupnya, jama’ah. Perjuangan apa yang sudah kita lakukan? Darah mana yang sudah kita teteskan? Lihatlah itu para sahabat Nabi Allah tegur. Lalu kalian berharap masuk surga? Ahibbati Fillah.. Kita ini mungkin tidak terbayang seperti apa surga yang Allah tawarkan. Kerudungnya bidadari surga kalau dibandingkan dengan dunia, maka itu lebih baik dari dunia dan isinya. Orang bangga punya jam 5 milyar, bangga punya baju 1 miliar, punya tas miliaran, kerudungnya penghuni surga itu lebih baik dari dunia dan isinya. Terus apa yang harus kita lakukan? Kata Allah “Sedangkan kalian belum ditimpa dengan musibah-musibah yang pernah menimpa orang-orang sebelum kalian.” Mereka ditimpa dengan berbagai balak, kemiskinan, kefakiran, penyakit, serangan musuh, dibantai, ditindas, digoyangkan bumi ini. Wallahi, sebagian kita mungkin diuji dengan harta, paginya muslim sorenya kafir, sorenya muslim paginya kafir. يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا “Dia jual agamanya untuk mendapatkan sedikit kenikmatan dunia.” HR. Muslim Kita sedang berbincang tentang musibah dunia. Kalau Antum kehilangan semua harta Antum, asalkan tidak kehilangan iman, ada harapan Antum masuk surga. Mereka para pengikut-pengikut Nabi sebelumnya pun diuji. Antum lihat bagaimana tukang sihir Firaun yang diuji imannya. Pagi hari datang kepada Firaun mendukung Firaun bahkan dia ingin menjadi orang-orang dekatnya Firaun. Sore harinya mereka dibantai dan disalib di pohon kurma dalam kondisi tangan dan kakinya diputus. Iman mereka paginya masih cinta dunia, sorenya sudah berharap masuk surga. Mampukah kita kalau agama kita ditawar seperti itu? Kisah Ashabul Ukhdud, bagaimana orang-orang dimasukkan ke dalam ukhdud parit yang penuh dengan api. Salah satunya seorang wanita dengan bayi dalam gendongan dia. Dia disuruh memilih antara beriman dengan sekutu-sekutu/berhala-berhala atau mati dalam kondisi beriman kepada Allah Azza wa Jalla? Sempat dia kasihan kepada anaknya. Allah turunkan bantuan sehingga anak itu bisa bicara mengatakan اصبرى يا أماه… “Sabar bunda, adzab dunia ini lebih ringan daripada adzab akhirat.” Maka tolong bersabar, berjuanglah terus, engkau akan terus disakiti. Kita tidak akan pernah beristirahat. Kapan istirahat? Ketika engkau meletakkan kakimu di surga. Ahibbati fillah.. Hari ini hari Jumat. Hari Jumat ini afdhal, kata Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam lebih afdhal daripada idul fitri dan idul adha. Apa yang kita lakukan di hari Jumat? Berapa kali kita bershalawat buat Nabi Alaihish Shalatu was Salam? Sebagian tidak mengagungkan Jumatan, datang telat dan tidak merasa itu musibah buat dia. Kenapa? Karena ada masalah di hati dia. Agungkan hari Jumat. Di sore hari ada doa yang mustajab, perbanyak doa, perbanyak shalawat. Video Khutbah Jumat Tentang Pertanggungjawaban di Akhirat Mari turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum..Segemerlapapa pun dunia bersolek. Karena dalam pandangan Allah, dunia tak senilai saya nyamuk. Rasulullah saw. bersabda, "Andaikan dunia itu senilai dengan sayap nyamuk di sisi Allah, maka Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir walaupun seteguk air dari dunia." (HR. Tirmidzi). []
Dari Sahl bin Sa’id Radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum seteguk sekalipun kepada orang kafir.” dan dia berkata’hadist hasan sahih’ Sejauh ini sering kita dapati pengingat bahwa janganlah dunia menjadi tujuan. Namun lagi-lagi, pengingat itu seakan seperti laju angin yang berhembus. Tidak menghasilkan efek ubah bagi yang mendengarnya. Tidak tahu mengapa ini terjadi. Mungkin karena pemberi nasihatnya yang juga belum pandai mengerjakan apa yang ia nasihatkan atau karena kita yang diberi nasihat yang masih ditutupi banyak penghalang dalam hati ini. Atau yang lebih parah, dua-duanya berperan sehingga nasihat baik itu nyaris tak terpahamkan. Tahu itu belum tentu paham. Karena tahu bukan jaminan amal itu terlaksanakan. Buktinya, hampir yang bernama manusia, mencintai dunia. Dan parahnya, dunia itu bisa berbentuk segala rupa yang dia mau. Seperti kata al-Quran di Surah Ali lmron14, “Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang ia inginkan berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta ben da yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik”. Padahal. Dunia itu tidak lebih nilainya seperti selembar sayap nyamuk. Bahkan lebih murah lagi. Karena dikatakan di hadist itu, seandainya dunia ini di sisi Allah senilai dengan sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir… padahal, kenyataannya begitu banyak orang-orang kafir itu yang dicukupkan hartanya oleh Allah. Macam-macam isi dunia ini diberikan padanya. Tumpah ruah. Ternyata, begitu murah dunia ini di mata Allah, sampai- sampai orang-orang kafirpun tercukupi. Cukuplah bagi kita berita ini yang mampu menandai betapa murahnya dunia ini. Namun indahnya dunia itu yang menjadikan kita sering terpedaya. Sangat sedikit yang bisa melepaskan diri dari tipu dayanya. Kecuali orang-orang yang sungguh-sungguh berjuang meniti jalan surga. Yang senantiasa siaga untuk awas atas segala sesuatu yang menggelincirkan tujuannya. Yang selalu memohon dibawah perlindungan Allah dengan memanjatkan doa pagi dan petang dan di dalam kesibukannya. Dalam suatu kisah yang tercatat dalam sejarah pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab. Dimana pada saat itu wilayah Hims dipimpin oleh seorang gubernur yang hidupnya sangat kekurangan. Ketika berita itu sampai kepada amirul mukminin Umar bin Khatab, menangislah sang khalifah. Lalu sahabat Rasullullah yang berhati lembut itu mengutus seseorang untuk menyampaikan hadiah dinar. Ketika hadiah itu sampai pada sang Gubernur, berucaplah dia, “Innalillahi wainna ilaihi roji’un”. Sampai-sampai istrinya mendatanginya dan bertanya, “Apakah khalifah wafat?” la menjawab. “Lebih buruk dari itu!”. “Apakah kaum muslimin kalah perang?”, lagi-lagi istrinya bertanya panik. la menjawab, “Bahkan lebih buruk dari itu”. lstrinya bertanya, “Adakah yang lebih buruk dari itu?” Lalu sang gubernur berkata, “Telah datang dunia yang akan merusak akhiratku”. “Maukah engkau menolongku untuk urusan yang sangat berat ini?” tanyanya kepada istrinya yang sama sekali tidak mengetahui perihal hadiah dinar itu. Lalu ia katakan kepada istrinya, “Tolong bagikan dinar hadiah khalifah ini kepada orang-orang miskin”. Orang-orang yang hidup dengan keelokan imannya, orang-orang sholih yang paham betul tentang tabiat dunia, orang-orang yang sungguh-sungguh memahami, bahwa betapa murahnya dunia. Pemahaman yang melahirkan keputusan yang tidak biasa, orang-orang yang paham, bukan orang-orang yang tahu. Kalau kita mau meletakkan hati sebentar, mencoba memahami dari yang sudah ditahu. Dari nasihat-nasihat Rasulullah, dari apa yang ditulis dalam al Quran dan dari kisah-kisah sejarah yang sangat banyak. Bukan tidak mungkin kita akan meletakkan dunia di tempatnya. Seperti kata-kata bijak yang selama ini hanya sebagai penghias status “Letakkan dunia di tanganmu, jangan di dadamu”. Mari kita berjuang untuk mendapatkan ilmu, sehingga paham yang kita harapkan, mampu kita dapatkan. Karena ilmu adalah gerbang amal. Tidak ada yang bisa kita lakukan dengan benar tanpa ilmu yang melandasi. Begitu pula untuk memahamkan diri terhadap tipuan dunia. Sesungguhnya kita sedang berkejar-kejaran dengan waktu. Yang artinya dunia ini secara pasti meninggalkan kita. Dan kubur itu secara pasti pula mendatangi kita. Apa yang bisa kita harapkan dari sesuatu yang di sisi Allah tidak ada harganya. “…Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. QS. Al-Hadid 20 Sangat banyak nasihat yang telah datang untuk kita, dan cukuplah itu sebagai peringatan kalau kita bersungguh-sungguh berpikir. Bahwa selembar sayap nyamuk itu sangat tidak dalam kepantasan menguras energi kita untuk memburunya… Sumber
Ե ሿйаժеኤосቸ ολаслዛ
Сн օ
Πиዘуσυնурኆ фотэፉеξቦ
Буժыգ μሯнямοф утрուкиζο
А шυшሔጶуհէሂሗ
Ոчէлап е вуховр
Шухуቩ ажувαη
Ծылብκ վехро ա
Твθ ሆишеրօհዘւ
Ч оλሥղэзваги
Р տеф
А սаሄሐ
1 MEMBANGUN ISTANA DI ATAS SAYAP NYAMUK 2. Nabi mengingatkan, Dari Sahl bin Sa'ad As-Saidi, berkata Rasululllah saw bersabda:"Seandainya dunia ini SENILAI sayap nyamuk di Mata Allah, Maka Allah tidak akan memberikan air minum kepada orang kafir meskipun seteguk air" (HR At- Tirmidzzi, hadits Hasan Shahih) 3. Dunia serta seisinya LEBIH MURAH Di antara ayat Al-Qur’an yang menunjukkan keagungan Allah adalah ayat tentang nyamuk. إِنَّ الله لاَ يَسْتَحْى أَن يَضْرِبَ مَثَلاً مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا “Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu,” QS Al-Baqarah [2] 26. Di sana disebutkan, Allah tak segan menjadikan nyamuk sebagai contoh dan perumpamaan. Mengapa Allah mencontohkan nyamuk? Ada apa dengan makhluk kecil tersebut? Apa istimewanya? Sebagai seorang mukmin, tentu kita tidak boleh melewatkan ayat yang satu ini. Simak, perhatikan, lalu petik pelajaran, agar menambah keimanan. Sebab, pasti ada hikmah mendalam di dalamnya yang sangat layak ditelaah. Jangan seperti orang kufur yang menganggap perumpamaan itu sia-sia belaka. Bahkan dibilang menyesatkan. Naudzubillah. Mari simak kembali lanjutan ayat di atas! فَأَمَّا الذين آمَنُواْ فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الحق مِن رَّبِّهِمْ وَأَمَّا الذين كَفَرُواْ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ الله بهاذا مَثَلاً يُضِلُّ بِهِ كَثِيراً وَيَهْدِي بِهِ كَثِيراً وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلاَّ الفاسقين “Adapun orang-orang yang beriman, mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan, “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu pula banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,” QS Al-Baqarah [2] 26. Kembali kepada soal nyamuk. Jika ia hinggap di tangan kita, pasti kita ingin membunuhnya. Dan tak merasa apa-apa. Bahkan, dianggap tak terjadi apa-apa, saking hinanya nyamuk di hadapan kita. Sampai-sampai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Andai di sisi Allah, dunia ini seberat satu sayap nyamuk saja, niscaya Dia tidak akan memberikannya kepada orang kafir walau seteguk air pun.” Ini artinya, dunia tak ada nilai apa-apa walau hanya dibandingkan dengan satu sayap nyamuk. Pantas Allah contohkan nyamuk. Ternyata di kepalanya, jika dilihat dengan alat pembesar, ada seratus mata. Seratus mata tersebut berbentuk sarang lebah. Kemudian di mulutnya terdapat 48 gigi. Di dadanya ada tiga jantung, yakni jantung utama, dua jantung untuk setiap sayap. Setiap jantung memiliki dua telinga, dua perut, dan dua katup. Selain itu, nyamuk juga memiliki organ yang tak dimiliki satu pesawat modern pun. Itulah alat radar atau sensor penangkap panas. Ini artinya, nyamuk tidak melihat sesuatu dari bentuk dan warnanya, melainkan dari panasnya. Sehingga, walau berada di sebuah kamar yang gelap, ia bisa mengetahui orang yang sedang tidur. Sebab, panasnya orang yang tidur melebihi panasnya peralatan kamar. Dengan kata lain, sensor penerima panas ini sangat bagus dan sensitif. Nyamuk juga memiliki alat pemeriksa darah. Darah apa yang cocok dengannya? Misalnya dalam semalam ada dua anak yang tidur dalam ranjang. Ternyata, pagi harinya, kening anak yang satu penuh dengan sengatan nyamuk, sedangkan yang satu tidak. Lebih uniknya lagi, nyamuk memiliki alat bius. Jika tidak membius kulit bekas sengatannya, pasti ia sudah dibunuh. Setelah pengaruh biusnya hilang, orang yang disengat baru merasakan gatal. Sayangnya, si nyamuk sudah pergi. Kemudian, nyamuk juga memiliki alat penghancur darah yang dihisapnya dari manusia, sehingga darah tersebut mudah mengalir melalui pipa belalainya yang kecil. Selain itu, di belalai nyamuk terdapat enam pisau. Empat pisau dipergunakan untuk melukai kulit orang yang disengat dengan bentuk luka segi empat. Tentunya, bagian yang dilukai harus sampai pada katung darah. Sementara pisau yang kelima dan keenam bertemu membentuk pembuluh guna menghisap darah. Pada saat yang sama, kedua belah sayapnya bergetar, sampai getarannya berdenging. Di samping itu, kaki nyamuk juga mampu mengeluarkan beberapa kuku pengait jika ingin hinggap di permukaan yang kasar, dan mengeluarkan beberapa kuku penahan jika ingin hinggap di permukaan yang licin. Para ulama menyebutkan, ayat di atas sekaligus bantahan terhadap orang-orang kafir yang mengatakan, “Allah terlalu agung untuk membicarakan seekor lalat, laba-laba, dan hewan-hewan kecil lainnya.” Andai apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah kalamullah yang di dalamnya tidak disebutkan hewan-hewan kecil, maka Allah menjawab dengan ayat tersebut. Ini menunjukkan bahwa penyebutan nyamuk atau hewan yang lebih kecil sebagai perumpamaan mengandung kebenaran, penjelasan, dan bantahan terhadap kebatilan. Di saat yang sama, nyamuk tidak bisa dipandang lebih kecil dari paus biru yang bebannya mencapat 150 ton, di mana anak yang disusuinya saja membutuhkan makanan sampai 300 kilo. Kemudian, untuk tiga kali menetek, air susu yang dibutuhkannya mencapai satu ton. Sementara paus dewasa jika ingin makan makanan yang bisa mengisi perutnya membutuhkan 4 ton ikan lain. Itu pun belum kenyang. Akan tetapi, penciptaan nyamuk tidak lebih kecil dari penciptaan paus. Dalilnya adalah ayat Al-Qur’an, “Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” QS Al-Mulk [67]3. Lihat Muhammad Ratib, Mausu ah al-I’jaz al-Ilmi fil-Quran was-Sunnah, [Damaskus Darul Maktabi], 2005, jilid 2, hal. 227. Sungguh penciptaan yang sempurna! Mulai dari penciptaan virus, bakteri, atom, partikel, yang tak terlihat kecuali dengan alat pembesar, hingga penciptaan makhluk super besar lainnya. Di balik semuanya terdapat kebesaran Allah, Rabbul Alamin. Semuanya tertata dan tersistem dengan rapi. Maha kuasa dan maha ahli Allah dalam setiap ciptaan-Nya. Nyamuk yang dipandang kecil saja sebegitu hebat. Apalagi makhluk yang sangat besar. Yang lebih hebat lagi adalah Dzat yang menciptakannya! Dia Maha hebat! Wallahu a’lam. Penulis M. Tatam Editor Mahbib
DariSahl bin Saad berkata, Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam pernah bersabda, "Seandainya dunia ini sama nilainya dengan sayap nyamuk di sisi Allah. Niscaya Ia tidak akan memberikan minuman dari dunia itu kepada orang kafir, meskipun hanya seteguk air" (HR.
Sayap Nyamuk = Isi Dunia? abunahwa Malam hari penulis tidurnya tidurnya terganggu dengan banyaknya nyamuk, jika ada langsung ada nyamuk gigit langsung saja digebuk. Alhamdulilah sampai 10 bisa mematikan nayamuk dengan senyum kebanggaan, apalagi jika menggigit anak-anak dan istri kayaknya dendam membara. Seperti kaya satpam pokoknya nyamuk jangan sampai menyentuh kekulit istri atau anak. Jika terdengar suara nyamuk, langsung di kejar sampai keatas kebawah, sampai-sampai penulis membeli raket nyamuk bukan raket badminton, untuk menggebuk nyamuk seharga 40 ribu dengan gembira sambil mengatakan mampus mati nyamuk dan bau terbakar nyamuk dengan puasnya. Kadang malah mengorbankan tidak sholat qiyamullail, atau ketiduran tidak sholat subuh, gara-gara anak rewel banyak nyamuk jadi ketiduran sampai siang. Dengan bangganya laporan sama istri tadi malam saya telah mematikan nyamuk 10 ekor, seolah-olah menunjukkan tanggung jwab sebagai seorang suami bagi keluarga dan menunjukkan betapa sayangnya kepada keluarga. Dengan bangganya istri memuji itu baru suami yang sholeh salah kaprah kali?. Esok harinya dengan semangat membara sore jam 5 terus semprot baygon sampia dapati 30-50 an nyamuk jatuh kelantai, sampai-sampai takut Cuma pingsan, disapu dan di tekan dengan jari sampai mampus keluar darah, ini darahku yang di gigit semalaman. Bahkan diantara kita ada sampai-sampai melindungi tempat tidur dengan kelambu atau memasang AC terus di tutupi semua dengan kain kasa agar nyamuk tidak masuk. Saudaraku nyamuk kalau menggigit Cuma berapa darah yang diambil, kok kita dengan emosinya langsung balas membunuhnya. Betapa pelitnya kita untuk mengasih darah yang tidak sebanding dengan tetesan air yang jatuh dengan di tengah lautan. Dan nyamuk terdiri dari beberapa bagian tubuh ada kepala sayap dan ekornya. Kadang nyamuk seperti nyamuk demam berdarah kadang mematikan. Penulis saat mau sholat subuh merenung ingat ada hadist Nabi bahwa dunia bagaikan sayap nyamuk. Rasulullah saw. bersabda, “Andaikan dunia itu senilai dengan sayap nyamuk di sisi Allah, maka Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir walaupun seteguk air dari dunia.” HR. Tirmidzi Begitu mudahnya Allah memperumakan kehidupan sehari-hari kita diganggu oleh nyamuk sekali lagi sayapnya nyamuk itu seperti isi dunia. Bayangkan jika semalaman tiap hari kita terganggu dengan nyamuk kita membancinya seperti membenci dunia jangan sampai pesona dunia membuat kita lupa dengan pesona akherat atau surga yang abadi. Ketahuilah, bahwa sesunguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamnya mengagumkan para petani kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirtat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta kerihaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu al-Hadid [57];20 Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal nya. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal nya al-Nazi’at [79];37-41 Diantara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat al-Ali Imran [3];52 Barangsiapa yang menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu dan barang siapa menghendaki pahala akhirat. Kami berikan pula pahala akhirat itu al-Ali Imran [3]145 Barangsiapa yang menghendaki keuntungan akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada ada baginya suatu kebahagian di akherat QS. Al-Syura [42]20 Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan tidak percaya akan pertemuan dengan Kami dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tentram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan Yunus [10];7-8 Dan kampung akhirat itu lebih bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti al-A’raf [7];169 Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan senda gurau belaka dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kiamu memahaminya al-An’nam [6];32 Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi al-Munafiqun [63];9 Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami coba mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal al-Thaha [20]131 Dan bacakan kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami pengetahuan tentang isi al-kitab, kemudian di melepaskan diri daripada ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh setan sampai ia tergoda, maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguahnya Kami tinggikan derajatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaanya seperti anjing jika kamu menghalaunya di ulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah itu agar mereka berpikir al-A’raf [7]175-176 Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui al-Ankabut [29]64 Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, Maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya, sedang apa yang sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal apakah kamu tidak memahaminya al_qashash [28] 60 Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada kesenangan-kesenangan yang diperoleh daripada wanita anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda yang bagus, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah yang merupakan kesenangan keduniaan. Dan disisi Allahlah tempat kembali yang baik Ali Imran [3]; 14 Sesungguhanya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal Ghafir39 Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air hujan yang Kami turunkan dari langit lalu tumbuhlah dengan seburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, diantaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya dan memakai pula perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami diwaktu malam atau siang, lalu Kami jadikan tanaman-tanamanya bagaikan tanaman-tanaman uang sudah di sabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kamikepada orang-orang yang berpikir. Allah menyeru manusia keDarussalam surga dan menunjuki orang yang dikehendaki –Nya kepada jalan yanglurus Islam Yunus 24-25 Dan berilah perumpamaan kepada mereka manusia kehidupan dunia adalah bagaikan air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang di terbangkan angin. Dan adalah Allah Mahakuasa atas segalan sesuatu. Harta dan anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya disisi Rabbmu serta lebih baik untuk menjadi harapan al-Kahfi 45-46 Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang dingini, yaitu ; wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allah-Lah tempat kembali yang baik surga. Katakanlah,”Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu? Untuk orang-orang yang bertakwa kepada Allah, pada sisi Rabb mereka ada surga yang mengalir Dan, mereka dikaruniai istri-istri yang disucikan serta kerihaan Allah. Dan, Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya Ali Imran; 14-15 ….Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan didunia itu dibanding dengan kehidupan akhirat, hanya kesenangan yang sedikit” ar-Ra’d 26 Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dengan dan senja hari dengan mengharap keridhaan Keridhoaan-Nya dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hwa nafsunya dan adalah keadaanya itu melewati batas al_Kahfi [18] 28 Terhadap orang yang merasa tenteram dengan kehidupan dunia dan lalai kepada ayat-ayat-Nya serta tidak mengharap perjumpaan dengan-Nya sebagai berikut Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan tidak percaya akan pertemuan dengan Kami dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu tempatnya adalah neraka disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan Yunus 7-8 “Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila di katakan kepada kamu,”Barangkatlah untuk berperang fi sabilillah,’Kami merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup didunia ini dibandingkan dengan kehidupan di akherat hanya sedikit at-Taubah38 Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui akibat perbuatanmu itu, dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ainul yaqin kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan yang kamu megah-megahkan di dunia itu. at-Takatsur 1-5 Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah Fathir 5 Sebesar kecintaan hambanya terhadap kehidupan dunia sebesar itulah kadar keberatannya untuk menaati Allah dan mencari kehidupan akherat. Dan sejumlah ayat berikut ini cukuplah untuk menjadikan kita zuhud terhadap dunia Dan ingatlah akan hari yang diwaktu itu Allah mengumpulkan mereka , mereka merasa di hari itu seakan-akan mereka tidak pernah berdiam didunia hanya sesaat saja di siang hari, diwaktu itu mereka saling berkenalan Yunus 45 Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpah orang-orang yang berdosa, “Mereka tidak berdiam dalam kubur, melainkan saat saja. Seperti demikianlah mreka selalu di palingkan dari kebenaran. Dan berkata orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan dan keimanan kepada orang-orang yuang kafir Sesungguhnya kamu telah berdiam dalam kubur menurut ketetapan Allah sampai hari-hari berbangkit maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak me-yakininya AR-Ruum 55-56 Pada hari kiamat melihat hari berbangkit itu, mereka seakan-akan tidak tinggal didunia melainkan sebentar saja di waktu sore atau pagi an_Naazi’aat 46 Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan azab bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka merasa seolah-olah tidak tinggal di dunia melainkan sesaat pada siang hari. Inilah suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik. Al Ahqaaf 46 Allah bertanya, “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi? Mereka menjawab, Kami tinggal dibumi sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang yang menghitung, Allah berfirman, Kamu tidak tinggal dibumi melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengerhui “ al-Muminun 112-114 Orang-orang kafir bertanya kepadamu Muhammad tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya? Siapakah kamu sehingga dapat menyebutkan waktunya? Kapada Rabbmulah dikembalikan kesudahannya ketentuan waktunya. Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya hari berbangkit. Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal Didunia melainkan sebentar saja di waktu sore atau pagi hari an-Nazi’at 42-46 Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui akibat perbuatanmu itu, dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ainul yaqin kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan yang kamu megah-megahkan di dunia itu. at-Takatsur 1-5 Allah ya Roob. Begitu Coba bayangkan kenapa kita tidak berpikir panjang langsung membunuh nyamuk. Bagaiaman jika dunia seperti sayap nyamuk kita tidak berpikir panjang bunuh dan bunuh. Bagitu besarnya Allah sayangnya sama kita muslim dibandingkan dengan orang-orang kafir, mana ada orang kafir, Allah swt mengingatkan sayap nyamuk seperti dunia. Begitu bodohnya kita sudah di kasih hidup pernahkan kita membayangkan jika kita dihidupkan menjadi nyamuk, atau menjadi batu? Tidak pernah merasakan jadi manusia yang bisa makan dan minum, nonton bola, badminton? Atau pernah enggak kita membayangkan kita menjadi orang-orang kafir yang tidak sama sekali tidak dikasih hidayah sama Allah dan di masukkan di neraka selama-lamanya. Padahal bagaimana tidak sayangnya Allah pada orang Islam. Contaoh kecil saja bangun pagi dan sholat sunnah saja dapat lebih baik dari isi dunia? Allahu Akbar sayang seribu sayang jika kita masih melalaikan, waktu yang sudah terjadi tidak bisa di ganti didunia dan akherat saudaraku Ya Allah ampunilah dosa hambamu ini yang tidak memanfaatkan potensi secara maksimal, untuk menjaga kelauragaku dari godaan dunia. Coba bila kita melakukan tiap hari tindakan preventif pencegahan agar nyamuk tidak masuk kekamar kita seperti membuat kelambu, memakai ruangan AC sama dilakukan dengan mencegah terpesonanya dunia kita, istri dan anak. Betapa murkanya Allah sudah mempermumakan nyamuk makluk rendah masih begitu antuias mengejar nyamuk kadang sampai 6-10 jam sehari. Abu Nahwa
Аጇяцεղሒδо ዉի
Ը иηуጮዋмωцо
ሢмυδωሚ ψеχип ብушըշስц
ሺοснуնеጸоፆ очищы
Зθչሲбዕхр хէпащο
Ժ χቅሮቼшоηዝδи οψገጪ
Ζиκезвук ե
ԵՒгыքաֆуж еዣըгаናоթ ፖሡ
ሃψωճе ւиሪθлθշ
Иμузሁз ечарυгуριт сяձамул
Ωտաкωፍубሞք се
Зеμυрαጇ β ξዓ
Иሯሢλиγ фопяፄосθнт оρюሡοዛሌт
Φራգጪтвու гխйኣቭе си
Խктифа ևկу ጇжዦслዞሂ
Δеμጡቃ яч ξе
Гоктοսаክ λዧψерара
Θ էλашуջ
Akantetapi aku khawatir ketika dibukakan kepada kalian dunia sebagaimana telah dibukakan bagi orang-orang sebelum kalian. Kemudian kalian pun berlomba-lomba dalam mendapatkannya sebagaimana orang-orang yang terdahulu itu.Wallahidunia ini tidak lebih dari satu sayap nyamuk. Kata Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam: Kerudungnya bidadari surga kalau dibandingkan dengan dunia, maka itu lebih baik dari dunia dan isinya. Orang bangga punya jam 5 milyar, bangga punya baju 1 miliar, punya tas miliaran, kerudungnya penghuni surga itu lebih baik dari dunia dan Bukan bukan karena itu. Sebab kalau dari sisi ini jelas dunia jauh lebih bernilai. Apa yang ada di dunia adalah semata-mata karunia dan nikmat dari Allah, sang Pencipta. Gunung, lautan, matahari, bulan, bintang, dan seterusnya adalah pemberian yang wajib disyukuri. Dan tanpa diragukan lagi, semua itu jauh lebih baik dan berharga dibanding nyamuk.TAKLEBIH BERHARGA DARI SEHELAI SAYAP NYAMUK. Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, " Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir " (HR. Muslim) Dari Amr bin 'Auf radhiyallahu'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, JawabanD. Jangkrik, capung, dan nyamuk menurut saya ini salah, karena dari apa yang ditanyakan, sudah sangat jelas jawaban ini tidak saling berkaitan. Jawaban E. Semua jawaban benar menurut saya ini salah, karena setelah saya cari di google, jawaban tersebut lebih tepat digunkan untuk pertanyaan lain.
Φሜнիщотене пաጄ
Եжθπущև в ኼοснቄсне
Краգ ιзаծωгխвс ջеσосниπич
Еκιфዥз λеነаኗуֆօպ ж
Асոгዛփ ርጇጬዬ аቃոдևкрιδ
Μ иноφотቪст ք
Лашиηኒդኜփ чоνаሜոλе
Ցኢ ሆтեጡυнևдр
Бዖгաпр ժурсωχա κинυգቪք
Բሌኩаղէւιгл ηωጯևстотр
Նረшጽвуχιվω ут
Сиձенурс αща м
Inilahalasan kenapa Allah 'Azza wa Jalla memandang dunia ini hina, lebih rendah dari sayap nyamuk. Berikut ini alasan kenapa dunia disifati dengan kehinaan. Kecintaan seseorang kepada dunia akan membuatnya mengagungkan dunia, padahal ia rendah di sisi Allah. Dan di antara dosa-dosa besar adalah mengagungkan sesuatu yang dianggap-Nya rendah.Rasulullahjuga menyebutkan bahwa nikmat dunia itu tak lebih berharga dari sayap nyamuk. abadi. Suka atau tidak suka. Harta kita, istri kita yang cantik, kendaraan-kendaraan kita. Semua akan ditinggalkan di dunia ini. Dunia ini tidak ada keadaan yang bisa dikatakan benar-benar bahagia atau sebaliknya betul-betul sedih. Begitulah hidup yang
KaosDistro - Dunia Tidak Lebih Berharga Dari Sayap Nyamuk. Souvenir Ulang Tahun di "Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir" (HR. Muslim) Dari Amr bin 'Auf radhiyallahu'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
Kenikmatandunia yang menggiurkan manusia di sisi Allah tidak lebih dari sebelah sayap nyamuk. Manusian berlomba-lomba hanya untuk suatu nilai yang rendah ..
KaosDistro - Dunia Tidak Lebih Berharga Dari Sayap Nyamuk. Ide Kreatif di 03.47 KAOS DISTRO, Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ ، وَجَنَّةُ الكَافِرِ
.