🐺 Doa Bahasa Jawa Dari Kyai
BerikutDoa Bapa Kami yang diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus dalam Bahasa Indonesia dan sejumlah bahasa daerah lainnya di. DOA-DOA KATOLIK DALAM BAHASA JAWA FLORES. Lajeng Sang Kenya nggarbini saking kuwasaning Hyang Roh Suci. Jual Buku Doa Harian Katolik Lengkap Edisi Bahasa Jawa Dki Lagu Doa Bapa Kami All Version AppKumpulan Doa Bahasa Jawa Dari – Kumpulan Doa Bahasa Jawa Dari Kyai Selamat datang kepada seluruh pengunjung setia di blog sederhana kami ini. Pada artikel kali ini, kami akan membagikan beberapa doa dalam Bahasa Jawa yang diijazahkan oleh kiyai dan ulama dari Jawa. Kumpulan doa dalam Bahasa Jawa ini akan kami bagikan secara lengkap dalam tulisan Latin lengkap dengan artinya dalam Bahasa Indonesia. Di…View On WordPress Sosrokartonomerupakan orang pertama Nusantara yang belajar secara formal di Eropa, dimana sebelumnya hanya utusan Jawa, budak, seniman (bernama Raden Saleh) yang sampai di Eropa. Setelah sekolah di sebuah politeknik di Delf, ia melanjutkan di Jurusan Bahas-Bahasa Timur di Universitas Leiden, Nederland, lulus 1909. Berikut Ini Adalah Contoh Doa Berbahasa Jawa Yang Diijazahkan Oleh Para Kyai Dari Berbagai Daerah Di Jawa 1. KH. Ahmad Abdul Haq meriwayatkan bahwa KH. Dalhar Watucongol Magelang mempunyai doa agar tekun bekerja dan diberi kelapangan rizki. “ Allahumma ubat-ubet, biso nyandang biso ngliwet. Allahumma ubat-ubet, mugo-mugo pinaringan slamet. Allahumma kitra-kitri, sugih bebek sugih meri. Allahumma kitra-kitri, sugih sapi sugih pari. ” Allahumma ubat-ubet, punya baju punya nasi. Allahumma ubat-ubet, semoga diberi selamat. Allahumma kitra-kitri, kaya bebek dan anaknya. Allahumma kitra-kitri, kaya sapi kaya padi 2. KH. Achmad Chalwani Nawawi mempunyai doa yang terkait dengan keamanan. “ Bismillahirrahmānirrahim. Kun Fayakun, rinekso dhening Allah, jinogo dhening moloekat papat, pinayungan dhening poro nabi, Laa ilaha illallah Muhammadur Rasulullah. ” “ Setiap Hari Uang Berlimpah Masuk Kedalam Dompetku & Rekeningku Dengan Sangat Mudah Dan Terus Berlipat Ganda… Qobul…” Bismillahirrahmanirrahim. Kun Fayakun, dikehendaki oleh Allah, dijaga oleh 4 malaikat, dipayungi oleh para Nabi, Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah 3. KH. Ma’ruf Kedunglo mempunyai doa suwuk untuk bekal pasukan Hizbullah dan ditiupkan ke air. “ Allahumma sallimnaa minal bom wal bedil wal bunduq wal martil wa uddada hayatina ” Ya Allah selamatkan kami dari bom dan senapan dan meriam dan jagalah hidup kami 4. KH. Bisri Musthofa meriwayatkan doa dari KH. Kholil Kasingan Rembang sebuah doa agar berhasil menyapih bayi. “ Bismillahirrahmanirrahim. Cerma ratu, si bayi laliyo duduh susu, ilingo sego lan banyu, adem asrep, saking Allah Ta’ala, Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah ” Bismillahirrahmaanirrahiim, Cerma ratu, si bayi lupakan air susu, ingatlah nasi dan air, adem asrep, dengan kehendak Allah Ta’ala, Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah 5. KH. Bisri Musthofa juga meriwayatkan doa dari KH. Ma’ruf Kedunglo, doa agar orator dan orang berpidato diberi kelancaran. “ Bismillahirrahmanirrahim, sang manik cemar uripmu wus kacekel. Diluk dingkul katungkul dingkul diwoco ping 3 tanpo ambekan Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah ” Bismillahirrahmaanirrahim, sang manik cemar hidupmu sudah kupegang. Diluk dingkul katungkul dingkul dibaca 3 kali tanpa bernafas Laa ilaaha illallaah, Muhammadur Rasulullah ”. Dari sini, kita tidak perlu takut atau ragu berdoa. Gunakan bahasa apapun yang kita bisa, yakin kepada Allah SWT akan menerimanya. Semoga bermanfaat. Yang ingin mengamalkan silahkan tulis Qobiltu + hadiah Al fatihah & Sholawat buat saya dan ke 2 orang tua saya ☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆ Semoga Bisa Bermanfaat Salam Jaya… Satu Nusa Satu Bangsa, Indonesia Raya From Martapura OKU Timur Sumatera Selatan vikyfirst ☆☆☆☆☆ prosesikirab dan jamasan empat pusaka Kalurahan mulai dilaksanakan. Didahului membaca doa menggunakan bahasa Jawa, satu persatu tokoh adat di Padukuhan tersebut menerima pusaka dari juru kunci Rumah Budaya Pengkol, Joko Narendro. Salah satu prosesi adat malam 1 Suro di Padukuhan Pengkol Kalurahan Pengkol, Nglipar, Gunungkidul.
Doa adalah senjata para mukminin, doa juga ibadah bagi hamba sebagai manifestasi kedudukan abdullahhamba Allah. Jadi sebegitu pentingnya ibadah, ada etika dan tata krama dalam berdoa. Pada masa penjajahan dan awal Indonesia Merdeka, Banyak diantara para Alim Ulama’ dan Kyai yang mengajarkan do’a dengan redaksi berbahasa Jawa, bukan karena para Kyai tidak bisa bahasa Arab, bukan pula karena para Kyai tidak sadar dengan apa yang diminta dalam doa, tapi para Kyai dan alim ulama memberikan tuntunan bahwa berdoa dengan memahami apa yang diminta, akan beda sikap dan rasanya dengan berdoa yang hanya karena hafal tanpa tahu ini adalah contoh doa berbahasa Jawa yg diijazahkan oleh para Kyai dari berbagai daerah di Jawa. Pertama dari Ahmad Abdul Haq meriwayatkan bahwa Dalhar Watucongol Magelang mempunyai doa agar tekun bekerja dan diberi kelapangan rizki. “Allahumma ubat-ubet, biso nyandang biso ngliwet. Allahumma ubat-ubet, mugo-mugo pinaringan slamet. Allahumma kitra-kitri, sugih bebek sugih meri. Allahumma kitra-kitri, sugih sapi sugih pari.” redaksi doa ini memberikan maksud bahwa kita meminta kepada Allah SWT agar diberikan kemampuan dan sugih harta sehinga bisa nyandang dan ngliwet, sekaligus kita dijadikan orang yang sugih ternak bebek, sapi, dan sugih hasil sawah ladang” bisa jadi sang Kyai memotivasi para santri untuk jadi orang sugih sehingga ibadah dan dakwah bisa berjalan KH. Achmad Chalwani Nawawi mempunyai doa yg terkait dengan keamanan. “Bismillahirrahmānirrahim. Kun Fayakun, rinekso dhening Allah, jinogo dhening moloekat papat, pinayungan dhening poro nabi, Laa ilaha illallah Muhammadur Rasulullah.” Bismillahirrahmanirrahim. Kun Fayakun, semoga dijaga oleh Allah, dijaga oleh 4 malaikat, dipayungi oleh para Nabi, Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah. Dari redaksi doa ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa segala sesuatu disandarkan kepada Allah SWT dan bertawasul kepada para kekasihNya yakni para Nabi, Malaikat Muqorrobiin, agar terjaga dari segala bahaya apa pun bentuknya bahaya tersebut serta tetap taqorub kepada Allah dan tetap menata hati bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan KH. Ma’ruf Kedunglo mempunyai doa suwuk untuk bekal pasukan Hizbullah dan ditiupkan ke air. “Allahumma sallimnaa minal bom wal bedil wal bunduq wal martil wa uddada hayatina” Ya Allah selamatkan kami dari bom dan senapan dan meriam dan jagalah hidup kami. Para Kyai tetap menjaga ketauhidan para laskar Hizbullah, buktinya permintaan penjagaan tetaplah kepada Allah dalam kondisi apa pun. Saat perang menghadapi penjajah, kondisi apa pun mungkin terjadi, dan jangan sampai pasukan takut kepada selain Allah dan terbujuk rayuan musuh. Makanya keselamatan dari bom, martil, dan bedil tetap dituntun untuk meminta kepada Allah KH. Bisri Musthofa meriwayatkan doa dari KH. Kholil Kasingan Rembang sebuah doa agar berhasil menyapih bayi. “Bismillahirrahmanirrahim. Cerma ratu, si bayi laliyo duduh susu, ilingo sego lan banyu, adem asrep, saking Allah Ta’ala, Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah” Bismillahirrahmaanirrahiim, Cerma ratu, si bayi lupakan dari air susu, ingatlah nasi dan air, adem asrep, dengan kehendak Allah Ta’ala, Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah, Menyapih bayi atau mengakhiri kegiatan menetek bayi pada ibunya menurut al qur’an memang sempurnanya adalah dua tahun, tapi biasanya 1 tahun pada masa penjajahan dan awala kemerdekaan yang belum mengenal susu formula sebagai tambahan nutrisi bagi bayi selain asi, maka dalam proses menyapih ini bisa mengakibatkan berubahnya kebiasaan bayi saat itu, ada yang nangis semaleman, ada yang panas gak karuan, para Kyai mengajarkan doa ini dalam rangka ngajari santri untuk peka situasi sekitar, jangan mengabaikan kejadian dan kondisi sekitar termasuk tangisan bayi dan gelisahnya ibu KH. Bisri Musthofa juga meriwayatkan doa dari KH. Ma’ruf Kedunglo, doa agar orator dan orang berpidato diberi kelancaran. “Bismillahirrahmanirrahim, sang manik cemar uripmu wus kacekel. Diluk dingkul katungkul dingkul. diwoco ping 3 tanpo ambekan Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah” Dari redaksi sini kita bisa menilai bahwa kondisibdansituasi apa pun, para Kyai mengajarkan kita berdoa sebagai langkah ibadah untuk selalu mengagungkan Allah SWT walaupun tidak menggunakan redaksi bahasa Arab. kita tidak perlu takut atau ragu berdoa. Gunakan bahasa apapun yang kita bisa, yakin kepada Allah SWT akan sekarang ada yang mempermasalahkan redaksi dari doa berbahasa Jawa dengan alasan tidak nyunnah, atau mengatakan doa ini bid’ah, satu hal yang tidak bisa dibantah adalah, doa ini sudah diamalkan dan mujarrab/terbukti. Fakta ini yang tak bisa dimanipulasi dan diingkari. Salam JAS HIJAU “Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama”.
doakeselamatan bahasa jawa.Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil tangkapan ikan serta keselamatan dalam berusaha. Di sini secara khusus disebut doa keselamatan untuk Sultan Mataram dan itu yang dimaksud adalah Sultan Yogyakarta yakni Hamengkubuwono I. Doa Ziarah Kubur Lengkap dengan Artinya Ingatkan pada Kematian.– Kumpulan Doa Bahasa Jawa Dari Kyai Selamat datang kepada seluruh pengunjung setia di blog sederhana kami ini. Pada artikel kali ini, kami akan membagikan beberapa doa dalam Bahasa Jawa yang diijazahkan oleh kiyai dan ulama dari Jawa. Kumpulan doa dalam Bahasa Jawa ini akan kami bagikan secara lengkap dalam tulisan Latin lengkap dengan artinya dalam Bahasa Indonesia. Di bawah ini adalah Kumpulan doa dalam Bahasa Jawa. Doa Agar Diberikan Kemudahan Saat Pidato dan Ceramah Doa Agar Diberikan Kemudahan Saat Pidato dan CeramahDoa Untuk Menyapih BayiDoa Untuk Para Mujahidin Saat BerperangDoa Agar Diberikan KeamananDoa Agar Tekun Bekerja dan Dimudahkan Rezeki Doa ini diriwayatkan oleh KH. Bisri Musthofa dari KH. Ma’ruf Kedunglo. Bismillahirrahmanirrahim, sang manik cemar uripmu wus kacekel. Diluk dingkul katungkul dingkul diwoco ping 3 tanpo ambekan Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah” Bismillahirrahmaanirrahim, sang manik cemar hidupmu sudah kupegang. Diluk dingkul katungkul dingkul dibaca 3 kali tanpa bernafas Laa ilaaha illallaah, Muhammadur Rasulullah”. Doa Untuk Menyapih Bayi Doa ini diriwayatkan oleh KH. Bisri Musthofa dari KH. Kholil Kasingan Rembang “Bismillahirrahmanirrahim. Cerma ratu, si bayi laliyo duduh susu, ilingo sego lan banyu, adem asrep, saking Allah Ta’ala, Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah” Bismillahirrahmaanirrahiim, Cerma ratu, si bayi lupakan air susu, ingatlah nasi dan air, adem asrep, dengan kehendak Allah Ta’ala, Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah Doa Untuk Para Mujahidin Saat Berperang Doa ini diberikan oleh KH. Ma’ruf Kedunglo. Caranya yaitu membaca doa di bawah ini dan ditiupkan ke dalam air. “Allahumma sallimnaa minal bom wal bedil wal bunduq wal martil wa uddada hayatina” Ya Allah selamatkan kami dari bom dan senapan dan meriam dan jagalah hidup kami Doa Agar Diberikan Keamanan Doa ini diberikan oleh KH. Achmad Chalwani Nawawi. “Bismillahirrahmānirrahim. Kun Fayakun, rinekso dhening Allah, jinogo dhening moloekat papat, pinayungan dhening poro nabi, Laa ilaha illallah Muhammadur Rasulullah.” Bismillahirrahmanirrahim. Kun Fayakun, dikehendaki oleh Allah, dijaga oleh 4 malaikat, dipayungi oleh para Nabi, Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah Doa Agar Tekun Bekerja dan Dimudahkan Rezeki Doa ini diriwayatkan oleh KH. Ahmad Abdul Haq dari KH. Dalhar Watucongol Magelang. “Allahumma ubat-ubet, biso nyandang biso ngliwet. Allahumma ubat-ubet, mugo-mugo pinaringan slamet. Allahumma kitra-kitri, sugih bebek sugih meri. Allahumma kitra-kitri, sugih sapi sugih pari.” Allahumma ubat-ubet, punya baju punya nasi. Allahumma ubat-ubet, semoga diberi selamat. Allahumma kitra-kitri, kaya bebek dan anaknya. Allahumma kitra-kitri, kaya sapi kaya padi Demikian saja artikel yang dapat kami bagikan tentang Kumpulan Doa Bahasa Jawa Dari Kyai. Semoga bermanfaat dan Terima Kasih. Search Cerita Santri Sakti. Cerita Kesaktian Bendera dan Stiker NU Artikel , Mozaik Leave a comment 966 Views Bendera Nahdlatul Ulama (NU) terpancang di pagar besi bercat putih yang agak memudar di sebuah rumah, di kawasan Legoso, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan Setiap daerah di Jombang mungkin memiliki versi yang berbeda-beda dalam hal ini Sarkub ShareSetiap manusia wajib hukumnya berusaha meningkatkan taraf hidup dan mempertahankan hidup. Dalam hadits qudsi, Allah berfirman حرك يدك انزل عليك الرزقArtinya “Berusahlah dengan kemampuanmu, maka Aku akan menurunkan rizki”Jalan usaha yang bisa dilakukan adalah bekerja dan berdoa. Doa merupakan usaha batin agar usaha fisik yang kita lakukan diberi kemudahan dan diberkahi sehingga punya nilai manfaat lebih dari sekedar makan dan minum. Lebih jauh lagi, berdoa berarti tanda penghambaan seorang manusia kepada Allah ﺍﺳﺘﺠﺐ ﻟﻜﻢArtinya “Berdoalah kamu kepadaku,niscaya kuperkenankan permintaan kamu itu” Al-Mu’min 60.Banyak doa yang diajarkan oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya kepada kita dengan bahasa arab. Apabila memungkinkan, semua doa tersebut dihafalkan dengan artinya. Bila tidak bisa, maka semampunya saja. Jika tidak bisa atau tidak lancar berbahasa arab, maka diperbolehkan dengan bahasa setempat, termasuk berbahasa Jawa. Bahkan ulama-ulama asal Persia, seperti Imam Ahmad, Imam Ghazali dan lain-lain, mempunyai aurod doa dengan bahasa doa dengan bahasa daerah setempat ini, KH. Idris Marzuqie Lirboyo pernah berkata “Kowe ki nek nompo dungo-dungo Jowo seko kiai sing mantep. Kae kiai-kiai ora ngarang dewe. Kiai-kiai kae nompo dungo-dungo Jowo seko wali-wali jaman mbiyen. Wali ora ngarang dewe kok. Wali nompo ijazah dungo Jowo seko Nabi Khidlir. Nabi Khidlir yen ketemu wali Jowo ngijazaji dungo nganggo boso Jowo. Ketemu wali Meduro nganggo boso Meduro.”Kamu jika mendapat doa-doa Jawa dari kiai yang mantap, jangan ragu. Kiai-kiai itu tidak mengarang sendiri. Mereka mendapat doa Jawa dari wali-wali jaman dahulu. Wali itu mendapat ijazah doa dari Nabi Khidlir Nabi Khidlir jika bertemu wali Jawa memberi ijazah doa memakai bahasa Jawa. Jika bertemu wali Madura menggunakan bahasa MaduraMaka tidak heran banyak ulama Nusantara pada khususnya, banyak mengijazahi doa dengan bahasa daerah. Dan yang lebih penting dalam berdoa, jangan minder dan yakin pasti diterima doanya oleh Allah SWT, meskipun doanya menggunakan bahasa daerah kisah unik mengenai doa bahasa Jawa ini. Suatu ketika di Tanah Arab terjadi kekeringan, lama sekali tidak turun hujan. Mengatasi masalah ini, Raja Hijaz mendatangkan ulama-ulama Makkah dan Madinah, mereka dimintakan doa di depan Ka’bah agar hujan turun segera. Usai seluruh ulama berdoa, hujan tak kunjung turun, malah semakin panas hingga beberapa bulan. Raja Hijaz pun tiba-tiba ingat ada satu ulama yang belum diundang untuk dimintai ulama tersebut, setelah ketemu, ternyata perawakan ulama tersebut pendek, kecil dan kulitnya hitam. Ulama tersebut bernama Syaikh Nawawi bin Umar Tanara Al Bantani Al Jawi. Beliau ahli bahasa arab dan mempunyai karya 40 judul, semuanya berbahasa ulama asal dusun Tanara, Tirtayasa, Banten tersebut berangkat berdoa meminta hujan kepada Allah SWT di depan Ka’bah. Anehnya, meski Syaikh Nawawi Banten mampu berbahasa Arab dengan fasih, di depan Ka’bah beliau berdoa meminta hujan dengan memakai bahasa Jawa. Para ulama Makkah dan Madinah yang berdiri di belakangnya, ikut mengangkat tangan sambil mengamini doa Syaikh Nawawi Syaikh Nawawi, “Ya Allah, sampun dangu mboten jawah, kawulo nyuwun jawah Ya Allah, sudah lama tidak hujan, kami minta hujan,”Seketika hujan turun. Yang berdoa berbahasa Arab dengan fasihnya tidak mujarab, sedangkan dengan bahasa Jawa malah justru ampuh. Jadi, berdoa memakai bahasa daerah dibolehkan, asalkan diluar shalat. Kalau berdoa di dalam shalat, wajib berbahasa Doa Berbahasa Jawa Dari Para UlamaBerikut ini adalah contoh doa berbahasa Jawa yang diijazahkan oleh para Kyai dari berbagai daerah di KH. Ahmad Abdul Haq meriwayatkan bahwa KH. Dalhar Watucongol Magelang mempunyai doa agar tekun bekerja dan diberi kelapangan rizki. “Allahumma ubat-ubet, biso nyandang biso ngliwet. Allahumma ubat-ubet, mugo-mugo pinaringan slamet. Allahumma kitra-kitri, sugih bebek sugih meri. Allahumma kitra-kitri, sugih sapi sugih pari.”Allahumma ubat-ubet, punya baju punya nasi. Allahumma ubat-ubet, semoga diberi selamat. Allahumma kitra-kitri, kaya bebek dan anaknya. Allahumma kitra-kitri, kaya sapi kaya padi2. KH. Achmad Chalwani Nawawi mempunyai doa yang terkait dengan keamanan. “Bismillahirrahmānirrahim. Kun Fayakun, rinekso dhening Allah, jinogo dhening moloekat papat, pinayungan dhening poro nabi, Laa ilaha illallah Muhammadur Rasulullah.”Bismillahirrahmanirrahim. Kun Fayakun, dikehendaki oleh Allah, dijaga oleh 4 malaikat, dipayungi oleh para Nabi, Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah3. KH. Ma’ruf Kedunglo mempunyai doa suwuk untuk bekal pasukan Hizbullah dan ditiupkan ke air.“Allahumma sallimnaa minal bom wal bedil wal bunduq wal martil wa uddada hayatina”Ya Allah selamatkan kami dari bom dan senapan dan meriam dan jagalah hidup kami4. KH. Bisri Musthofa meriwayatkan doa dari KH. Kholil Kasingan Rembang sebuah doa agar berhasil menyapih bayi.“Bismillahirrahmanirrahim. Cerma ratu, si bayi laliyo duduh susu, ilingo sego lan banyu, adem asrep, saking Allah Ta’ala, Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah”Bismillahirrahmaanirrahiim, Cerma ratu, si bayi lupakan air susu, ingatlah nasi dan air, adem asrep, dengan kehendak Allah Ta’ala, Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah5. KH. Bisri Musthofa juga meriwayatkan doa dari KH. Ma’ruf Kedunglo, doa agar orator dan orang berpidato diberi kelancaran.“Bismillahirrahmanirrahim, sang manik cemar uripmu wus dingkul katungkul dingkul diwoco ping 3 tanpo ambekanLaa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah”Bismillahirrahmaanirrahim, sang manik cemar hidupmu sudah dingkul katungkul dingkul dibaca 3 kali tanpa bernafasLaa ilaaha illallaah, Muhammadur Rasulullah”.Dari sini, kita tidak perlu takut atau ragu berdoa. Gunakan bahasa apapun yang kita bisa, yakin kepada Allah SWT akan menerimanya. Semoga Tim Sarkub Sabtu, 16 Januari 2010, GOR Bahurekso Kendal, menjadi saksi pementasan Kyai Kanjeng. Kelompok musik “plural” yang dikomandani Cak Nun –sapaan akrab Emha Ainun Najib– dari Ngayogyakarta Hadiningrat itu diundang khusus oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kab. Kendal dalam rangka mengantarkan “Doa untuk Gus Dur dan Refleksi Muharram 1431 H”.
Dalam kesempatan kali ini Admin akan membagikan do’a bahasa jawa kuno dari kyai yang tentunya sangat ampuh dan mujarab dikarenakan doa ini mempunyai sanad yang bersambung sampai ke Nabi Khidir Alaihis DISINI UNTUK 100 ILMU HIKMAH LAINYA Kita jangan ragu atau bahkan menyepelelekan Doa Jawa kuno ini, karena doa bahasa jawa kuno berasal dari Nabi Khidir Alaihis Salam yang diberikan Allah SWT kepada Waliyulloh Mbah Kyai Dalhar bin Abdurrahman Watucongol Magelang dan KH. Abdul Qoyyum Lasem Rembang. Syair Doa dengan bahasa Jawa kromo inggil yang ampuh bahasa jawa dari para ulama nusantara ini sering dimunajatkan oleh KH. A. Mahin Thoha, Lirboyo yang diterima dari KH. A. Chalwani Nawawi, Berjan Purworejo yang diterima dari Mbah Kyai Dalhar bin Abdurrahman Watucongol. Tentang doa-doa berbahasa Jawa, al-Maghfurlah Romo KH. Idris Marzuki, Lirboyo, pernah dawuh “Koe ki nek nompo dungo-dungo Jowo seko kyai sing mantep. Kae kiai-kiai ora ngarang dewe. Kyai-kyai kae nompo dungo-dungo Jowo seko wali-wali jaman mbiyen. Wali ora ngarang dewe kok. Wali nompo ijazah dungo Jowo seko Nabi Khidir. Nabi Khidir yen ketemu wali Jowo ngijazaji dungo nganggo boso Jowo. Ketemu wali Meduro nganggo boso Meduro.” Kamu jika mendapat doa-doa yang berbahasa Jawa dari kyai yang mantap, jangan ragu. Kiai-kiai itu tidak mengarang sendiri. Mereka mendapat doa Jawa dari wali-wali jaman dahulu. Wali itu mendapat ijazah doa dari Nabi Khidir. Nabi Khidir jika bertemu wali Jawa memberi ijazah doa memakai bahasa Jawa. Jika bertemu wali Madura menggunakan bahasa Madura. Berikut lafadz doa bahasa jawa dari Kyai-Kyai yang masyhur 1. KH. Dalhar bin Abdurrahman Watucongol KH. Dalhar bin Abdurrahman Watucongol Magelang mempunyai doa agar tekun bekerja dan diberi kelapangan rizki dengan lafadz sebagai berikut “Allahumma Ubat-Ubet, Biso Nyandang Biso Ngliwet. Allahumma Ubat-Ubet, Mugo-Mugo Pinaringan Slamet. Allahumma Kitra-Kitri, Sugih Bebek Sugih Meri. Allahumma Kitra-Kitri, Sugih Sapi Sugih Pari.” Redaksi doa ini memberikan maksud bahwa kita meminta kepada Allah SWT agar diberikan kemampuan dan sugih harta sehinga bisa beli pakaian dan memasak makanan, sekaligus kita dijadikan orang yang punya banyak ternak bebek, sapi, dan kaya hasil sawah ladang. Teks doa tersebut tidak terlepas dari kondisi zaman dahulu yang kekayaan bisa diukur dari banyaknya simpanan ternak dan padi. Sang Kyai memotivasi para santri untuk menjadi orang kaya sehingga ibadah dan dakwah bisa berjalan seiring dan seimbang 2. KH. Abdul Qoyyum Lasem Rembang KH. Abdul Qoyyum Lasem Rembang mempunya doa yang beasal dari Nabi Khidir Alaihis Salam dengan teks sebagai berikut Yaa Alloh Walik Grembyang Inna Ma'al Usri Yusro Ono Angel Ono Gampang, Yaa Alloh Cospleng Cospleng Cospleng Yaa Rohman Yaa Rohim. Maksud doa tersebut agar kita selalu diberi kemudahan dalam mengatasi problematika kehidupan, dan semoga Allah memberika kekuatan kepada kita dalam menjalani taqdir yang Dia timpakan sebagai bentuk dari ujian kepada para hambaNya. Sekali lagi dalam memohon dan berdoa kepada Allah kita harus mantab dan yaqin akan terkabulnya doa yang kita panjatkan, sesuai dengan firmannya ادعوني أستجب لكم Berdoalah kalian kepadaKu niscaya Aku akan mengabulkan doa kalian Berdoa dengan memakai bahasa jawa tentu akan lebih mantab karena selain kita faham betul dengan apa yang kita ucapkan, mengetahui maknanya serta ternyata doa tersebut juga mempunyai sanad kepada Nabi Khidir Alaihis Salam. Semoga Allah meridloi semua yang kita lakukan dan memasukkan kita kedalam golongan Ulama’ salaf yang sholih, serta dengan rahmatNya pula semoga kita dimasukkan dalam surgaNya. Allahumma Juga100 Ilmu Hikmah lainnya Klik Disini